“Gempa M4,8 Kembali Guncang Kupang, BMKG: Ini Dipicu Aktivitas Sesar Aktif”
KUPANG, WARTANET.NKRI — Gempa bumi kembali mengguncang wilayah Kabupaten dan Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (30/9/2026) sore. Berdasarkan hasil pemutakhiran data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut berkekuatan magnitudo 4,8.
Gempa terjadi pada pukul 18.58.51 WITA. Hasil analisis terbaru BMKG menunjukkan episenter gempa berada di sekitar 26 kilometer arah barat Kabupaten Kupang dengan kedalaman 9 kilometer.
Kepala Stasiun Geofisika Kupang, Arief Tyastama, menjelaskan bahwa berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa tersebut merupakan gempa bumi dangkal yang dipicu oleh aktivitas sesar aktif.
“Memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas sesar aktif,” ujar Arief dalam keterangannya, Rabu malam.
Dirasakan di Kabupaten dan Kota Kupang
Guncangan gempa dirasakan oleh masyarakat di wilayah Kabupaten Kupang dan Kota Kupang dengan skala intensitas IV Modified Mercalli Intensity (MMI).
Skala IV MMI menunjukkan guncangan dapat dirasakan oleh banyak orang di dalam rumah. Sejumlah masyarakat di wilayah yang terdampak pun merasakan getaran saat gempa terjadi.
Data BMKG yang tercatat pada laman informasi gempa dirasakan juga menunjukkan gempa pada 30 September 2026 pukul 17.58.51 WIB dirasakan dengan intensitas IV di Kabupaten Kupang dan IV di Kota Kupang.
Tidak Berpotensi Tsunami
BMKG memastikan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami. Hal itu berdasarkan hasil pemodelan tsunami yang dilakukan setelah menganalisis parameter gempa.
Keterangan tersebut juga disampaikan Arief Tyastama dalam laporan BMKG mengenai gempa yang terjadi di wilayah Kupang.
“Hasil pemodelan tsunami menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami,” kata Arief Tyastama.
Dengan demikian, masyarakat tidak perlu panik terkait ancaman tsunami akibat gempa tersebut. Namun, kewaspadaan tetap diperlukan, terutama terhadap kondisi bangunan setelah mengalami guncangan.
Belum Ada Laporan Kerusakan
Hingga laporan tersebut disampaikan, BMKG belum menerima laporan mengenai kerusakan bangunan akibat gempa.
Selain itu, berdasarkan hasil monitoring BMKG hingga pukul 18.21 WIB, belum tercatat adanya aktivitas gempa bumi susulan atau aftershock.
Meski demikian, masyarakat tetap diimbau untuk berhati-hati dan memeriksa kondisi bangunan apabila terdapat bagian yang retak atau mengalami kerusakan setelah gempa.
BMKG Imbau Masyarakat Tetap Tenang
BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi atau isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Masyarakat juga diminta memperoleh informasi terkait aktivitas gempa bumi melalui kanal komunikasi resmi BMKG.
Peristiwa gempa tersebut menjadi pengingat bagi masyarakat di NTT, khususnya wilayah Kupang, untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana gempa bumi.
WARTANET.NKRI

