BERDIRI MELAYANI 423 PENERIMA KRISMA, PESAN MGR. HIRONIMUS TENTANG IMAN DAN BIJAK BERMEDIA SOSIAL
KUPANG, WARTANET NKRI — Sebanyak 423 umat Katolik Paroki Santo Fransiskus dari Assisi Kolhua, Kupang, menerima Sakramen Krisma dalam Perayaan Ekaristi yang dipimpin Uskup Agung Kupang, Mgr. Hironimus Pakaenoni, di Gereja Santo Fransiskus dari Assisi Kolhua, Minggu, 4 Oktober 2026 sore.
Perayaan yang dimulai sekitar pukul 15.00 WITA itu berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh sukacita. Gereja dipadati umat yang datang untuk menyaksikan sekaligus mendukung ratusan orang muda yang meneguhkan iman mereka melalui penerimaan Sakramen Krisma.
Uskup Agung Kupang didampingi para imam konselebran, antara lain Sekjen Keuskupan Agung Kupang, RD. Erick Fkun, Pastor Paroki Santo Fransiskus dari Assisi, RD. Longginus Bone, Pastor Rekan RD. Tony Kobesi, dan RD. Yoakim Konis.
Perayaan tersebut juga dihadiri Ketua dan pengurus Dewan Pastoral Paroki (DPP) Santo Fransiskus dari Assisi Kolhua, Dewan Pastoral Stasi (DPS), para pengurus wilayah, Komunitas Umat Basis (KUB), serta umat.
Kehadiran Mgr. Hironimus di Paroki Santo Fransiskus dari Assisi Kolhua diawali dengan penyambutan adat atau takanab yang disampaikan Penasihat DPP, Dr. Anton Bele. Sapaan adat tersebut dijawab secara bersahutan oleh anggota DPP dan dilanjutkan dengan penyambutan melalui tarian Bidu.

DUA MOMENTUM IMAN
Dalam khotbahnya, Mgr. Hironimus mengajak umat untuk mensyukuri dua momentum penting yang dirayakan secara bersamaan, yakni Tahun Yubileum Santo Fransiskus dari Assisi dan Hari Ulang Tahun Paroki Santo Fransiskus dari Assisi.
“Kita merayakan Tahun Yubileum Santo Fransiskus dari Assisi dan HUT Paroki secara bersamaan,” kata Mgr. Hironimus.
Menurutnya, Santo Fransiskus sebagai pelindung paroki merupakan sosok yang memberi teladan dalam menghayati panggilan sebagai penggarap kebun anggur Tuhan. Santo Fransiskus rela mengorbankan segala sesuatu dan mengajarkan kasih, kesediaan untuk berbagi, serta sikap tidak berhasrat memiliki barang milik orang lain.
Dalam konteks penerimaan Sakramen Krisma, Mgr. Hironimus menegaskan bahwa 423 orang muda tersebut tidak sekadar menerima sebuah sakramen, tetapi dipercayakan tanggung jawab dan perutusan baru dalam kehidupan iman mereka.
“Tidak hanya menerima Roh Kudus, tetapi menjadi pembawa Roh Kudus. Iman harus tampak dalam kehidupan nyata setelah menerima sakramen ini,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan para penerima Krisma agar mampu menjadi teladan hidup dan saksi Kristus di tengah keluarga, sekolah, gereja, dan masyarakat.

KETULUSAN SEORANG GEMBALA
Perhatian umat juga tertuju pada ketekunan Mgr. Hironimus saat memberikan urapan minyak Krisma kepada 423 penerima.
Sejak sekitar pukul 16.15 WITA hingga pukul 17.52 WITA, atau lebih dari satu setengah jam, Mgr. Hironimus tetap berdiri dan melayani para penerima Sakramen Krisma satu per satu.
Prosesi tersebut berlangsung hingga seluruh peserta mendapatkan pelayanan sakramen. Di tengah jumlah penerima yang mencapai lebih dari 400 orang, Uskup Agung tetap menjalankan tugasnya dengan tenang, sabar, dan penuh perhatian.
Pelayanan itu didampingi Pastor Paroki, RD. Longginus Bone, dan Pastor Rekan, RD. Tony Kobesi.
Bagi sejumlah umat, ketekunan tersebut bukan sekadar persoalan lamanya waktu berdiri. Sikap Mgr. Hironimus dipandang sebagai gambaran nyata tentang ketulusan seorang gembala dalam melayani umat.
PESAN TENTANG MEDIA SOSIAL DAN TEKNOLOGI
Selain meneguhkan para penerima Krisma untuk menjadi saksi Kristus, Mgr. Hironimus juga mengingatkan mereka agar mampu menghadapi perkembangan teknologi dan media sosial secara bijaksana.
Menurutnya, perkembangan media sosial dan teknologi yang semakin beragam dan canggih membawa peluang sekaligus tantangan bagi kehidupan orang muda.
Karena itu, 423 penerima Sakramen Krisma diharapkan tidak menyalahgunakan media sosial dan teknologi hingga berdampak buruk terhadap cara hidup dalam keluarga, sekolah, gereja, maupun masyarakat.
Media sosial, kata Mgr. Hironimus, hendaknya tidak menjadi sarana yang menjauhkan orang muda dari nilai-nilai iman, melainkan dapat dimanfaatkan secara positif sebagai ruang edukasi, pembelajaran, dan pewartaan nilai-nilai kebaikan.
Ia mengajak para penerima Krisma untuk menggunakan kemajuan teknologi secara bijak sehingga media sosial dapat menjadi sarana yang membantu pertumbuhan iman sekaligus kehidupan sehari-hari.
Pesan tersebut menjadi semakin penting karena para penerima Krisma hidup di tengah perkembangan teknologi komunikasi yang terus berubah. Setelah menerima Roh Kudus, mereka diharapkan mampu menghadirkan iman bukan hanya dalam lingkungan gereja, tetapi juga dalam ruang digital yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat saat ini.
Sakramen Krisma sendiri merupakan salah satu sakramen inisiasi dalam Gereja Katolik yang mencurahkan Roh Kudus untuk meneguhkan iman dan memampukan umat menjadi saksi Kristus. Sakramen ini diterima satu kali seumur hidup.
Sebanyak 423 penerima Krisma di Paroki Santo Fransiskus dari Assisi Kolhua sebelumnya telah menjalani masa pembinaan selama kurang lebih tiga bulan bersama pastor paroki, pastor rekan, dan para katekis.
Melalui perayaan tersebut, mereka tidak hanya diteguhkan dalam iman, tetapi juga diutus untuk membawa nilai-nilai Kristiani ke dalam kehidupan nyata.
Keteladanan Mgr. Hironimus yang tetap berdiri melayani ratusan penerima Krisma sekaligus menjadi pesan tersendiri: bahwa pelayanan kepada umat bukan hanya disampaikan melalui kata-kata, tetapi diwujudkan melalui kesediaan untuk hadir, bertahan, dan melayani dengan sabar.
Di tengah dunia yang semakin terkoneksi melalui teknologi, 423 penerima Krisma pun diingatkan untuk menghadirkan wajah Kristus, termasuk melalui cara mereka menggunakan media sosial dan teknologi.
“Proficiat, Tuhan memberkati, Santo Fransiskus mendoakan kita selalu.” (*wnn)
Oleh: Tim Komsos Assisi-Kolhua

