Mahasiswa KKN UM.KOE Ajarkan Literasi Digital di SMP Budi Mulia Nanin, Sekolah Sederhana Berdinding Bebak

MALAKA, WARTANET.NKRI — Keterbatasan fasilitas pendidikan tidak menyurutkan semangat belajar siswa di SMP Budi Mulia Nanin, Desa Nanin, Kecamatan Rinhat, Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Sekolah yang masih tergolong baru dan memiliki kondisi sarana prasarana yang sederhana tersebut menjadi salah satu perhatian mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Kupang (UM.KOE) tahun 2026.

Berdasarkan hasil observasi lapangan serta komunikasi dengan para guru, mahasiswa KKN menemukan bahwa tantangan yang dihadapi SMP Budi Mulia Nanin tidak hanya berkaitan dengan keterbatasan ruang belajar.

Sekolah tersebut masih menghadapi berbagai keterbatasan fasilitas pendukung pendidikan, di antaranya ruang kelas, kamar mandi atau WC, perpustakaan, serta ruang laboratorium. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi guru dan siswa dalam menjalankan proses pembelajaran sehari-hari.

Di tengah keterbatasan tersebut, mahasiswa KKN UM.KOE melihat bahwa kebutuhan siswa terhadap pengetahuan dan keterampilan yang sesuai dengan perkembangan zaman tetap harus mendapatkan perhatian.

Mahasiswa Hadir melalui Literasi Digital

Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Kupang tahun 2026 berinisiatif menggelar kegiatan literasi digital bagi para siswa SMP Budi Mulia Nanin.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kepedulian mahasiswa terhadap dunia pendidikan di daerah sekaligus upaya untuk memperkenalkan pemanfaatan teknologi secara positif kepada generasi muda.

Literasi digital dinilai semakin penting di tengah perkembangan teknologi yang begitu cepat. Kemampuan menggunakan dan memahami teknologi bukan hanya berkaitan dengan penggunaan perangkat digital, tetapi juga bagaimana siswa dapat memanfaatkannya sebagai sarana untuk memperoleh informasi, belajar, berkomunikasi, serta mengembangkan pengetahuan.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN berupaya memberikan pengalaman baru kepada siswa agar mereka tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu memahami manfaat dan penggunaannya secara bijak dalam kehidupan sehari-hari.

Antusiasme Siswa di Tengah Keterbatasan

Meski SMP Budi Mulia Nanin masih berada dalam tahap awal perkembangannya, antusiasme para siswa mengikuti kegiatan literasi digital terlihat cukup tinggi.

Sekolah yang baru dibangun di Desa Nanin tersebut saat ini memiliki sekitar 15 siswa. Dengan jumlah yang masih terbatas dan kondisi fasilitas yang sederhana, para siswa tetap mengikuti kegiatan yang diberikan mahasiswa KKN dengan baik.

Para guru juga memberikan dukungan terhadap kegiatan tersebut. Menurut mereka, literasi digital merupakan hal yang penting bagi siswa agar dapat memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang relevan dengan perkembangan teknologi saat ini.

Kehadiran mahasiswa KKN menjadi warna tersendiri bagi aktivitas pendidikan di sekolah tersebut. Selain berbagi pengetahuan, mahasiswa juga dapat melihat secara langsung berbagai tantangan pendidikan yang masih dihadapi masyarakat di wilayah pedesaan.

Keterbatasan Bukan Penghalang untuk Belajar

Kegiatan literasi digital yang dilaksanakan mahasiswa KKN UM.KOE menjadi salah satu contoh bahwa keterbatasan fasilitas bukan alasan untuk berhenti mengembangkan kualitas pendidikan.

SMP Budi Mulia Nanin mungkin masih memiliki banyak keterbatasan dari sisi sarana dan prasarana. Namun, semangat para guru dan siswa untuk terus belajar menjadi modal penting bagi perkembangan sekolah tersebut ke depan.

Melalui kolaborasi antara guru, siswa, mahasiswa, masyarakat, dan berbagai pihak terkait, diharapkan proses pendidikan di SMP Budi Mulia Nanin dapat terus berkembang.

Bagi mahasiswa KKN UM.KOE, kegiatan tersebut bukan sekadar agenda pengabdian, tetapi juga menjadi kesempatan untuk belajar memahami kondisi pendidikan secara langsung di tengah masyarakat.

Literasi digital diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membuka wawasan para siswa terhadap perkembangan teknologi sekaligus mendorong mereka untuk terus belajar dan memanfaatkan teknologi sebagai bagian dari proses pendidikan.

Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk nyata pengabdian mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kupang kepada masyarakat, khususnya dalam mendukung peningkatan pengetahuan dan keterampilan generasi muda di daerah.

Di tengah sekolah yang masih sederhana, semangat belajar tetap tumbuh. Dari Desa Nanin, langkah kecil melalui literasi digital diharapkan dapat menjadi bagian dari perjalanan panjang menuju pendidikan yang lebih maju dan berkualitas bagi generasi muda Malaka.

Keterangan Foto:
Mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Kupang (UM.KOE) foto bersama usai melaksanakan kegiatan literasi digital di SMP Budi Mulia Nanin, Desa Nanin, Kecamatan Rinhat, Kabupaten Malaka, NTT, Jumat (7/8/2026).

Penulis: Adhy

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *