Ryan Garcia Hancurkan Conor Benn Ronde 2, Langsung Tantang Teofimo Lopez: “Unified Time!”

LAS VEGAS – Ryan Garcia membuktikan ancamannya bukan sekadar perang kata-kata. Petinju Amerika Serikat itu menghentikan Conor Benn melalui Technical Knockout (TKO) pada ronde kedua dalam duel perebutan gelar kelas welter di T-Mobile Arena, Las Vegas, Sabtu (12/9/2026) malam waktu setempat.

Garcia mengakhiri pertarungan pada 1 menit 25 detik ronde kedua setelah menjatuhkan Benn dengan pukulan kanan keras sebelum melanjutkan serangan hingga wasit menghentikan pertandingan. Kemenangan tersebut membuat Garcia tetap memegang sabuk WBC kelas welter.

Namun, perhatian setelah pertandingan bukan hanya tertuju pada kemenangan Garcia.

Begitu pertandingan berakhir, Garcia langsung mengarahkan tantangannya kepada Teofimo Lopez, juara WBA kelas welter yang berada di sekitar arena.

Garcia Jatuhkan Benn dengan Pukulan Kanan

Pertandingan berjalan relatif singkat.

Pada ronde pertama, Garcia mulai menunjukkan keunggulan kecepatan tangannya. Benn mencoba masuk dan memberikan tekanan, tetapi Garcia mampu menjaga jarak sekaligus melepaskan pukulan balasan.

Memasuki ronde kedua, momentum berubah drastis.

Garcia melepaskan sebuah pukulan kanan keras yang membuat Benn terjatuh ke kanvas. Benn masih mampu bangkit dan melewati hitungan wasit.

Namun, Garcia tidak memberikan kesempatan bagi lawannya untuk memulihkan diri.

Garcia langsung melancarkan rentetan pukulan ketika Benn berada dalam posisi bertahan. Benn terus menerima tekanan hingga wasit memutuskan menghentikan pertandingan pada 1:25 ronde kedua.

Kemenangan itu sekaligus menjadi pertahanan gelar WBC yang meyakinkan bagi Garcia.

“Saya Merasa Damai”

Setelah pertandingan, Garcia mengaku puas dengan penampilannya.

“Saya merasa damai,” kata Garcia dalam wawancara seusai pertandingan.

Ia juga memberikan apresiasi kepada Benn atas pertarungan yang telah berlangsung.

Garcia mengatakan dirinya akhirnya bisa menunjukkan kekuatan tangan kanannya secara maksimal setelah sebelumnya mengalami masalah cedera.

“Saya selalu punya tangan kanan, tetapi saya selalu mengalami cedera,” ujar Garcia.

Garcia kemudian memberikan penghormatan kepada lawannya sebelum menutup pernyataannya dengan seruan, “Viva Mexico!”

Belum Selesai, Garcia Langsung Panggil Teofimo Lopez

Belum selesai merayakan kemenangan, Garcia langsung mencari lawan berikutnya.

Nama yang dipanggilnya adalah Teofimo Lopez.

Lopez memang hadir di arena dan sebelumnya sudah menyatakan ketertarikannya menghadapi pemenang Garcia vs Benn. Lopez juga baru saja memenangkan gelar WBA kelas welter.

Garcia kemudian berteriak dari dalam ring:

“Teofimo, get that ass up here. Where you at? Unified time, where you at?”

Dalam bahasa Indonesia, Garcia menantang Lopez dengan maksud: “Teofimo, naik ke sini. Di mana kamu? Saatnya unifikasi.”

Lopez berusaha mendekati ring, tetapi petugas keamanan menahannya sehingga keduanya tidak sampai berhadapan langsung di atas ring.

Garcia bahkan kembali mempertegas tantangannya.

“You wanna get crazy, we can get crazy. I’ll beat your ass right now!”

Artinya, Garcia menegaskan bahwa jika Lopez memang ingin pertarungan panas, dirinya siap menghadapi Lopez bahkan saat itu juga.

Garcia Ingin Unifikasi Gelar Welterweight

Tantangan terhadap Lopez bukan tanpa alasan.

Garcia kini memegang sabuk WBC, sementara Lopez merupakan pemegang gelar WBA. Jika keduanya benar-benar bertemu, pertarungan tersebut berpotensi menjadi duel unifikasi gelar kelas welter.

Itulah sebabnya Garcia meneriakkan “Unified time” setelah kemenangan atas Benn.

Pertarungan Garcia vs Lopez juga mempunyai daya tarik besar karena keduanya memiliki nama besar di kelas welter dan sama-sama mempunyai basis penggemar yang kuat.

Dengan Garcia baru saja menghentikan Benn dalam dua ronde dan Lopez berada di arena, tensi menuju kemungkinan pertarungan mereka semakin tinggi.

Bukan Hanya Teofimo, Garcia Juga Tantang Devin Haney

Setelah menyebut Lopez, Garcia juga mengarahkan perhatiannya kepada Devin Haney.

Garcia dan Haney memiliki sejarah panjang. Garcia sebelumnya mengalahkan Haney dalam pertarungan mereka pada 2024, tetapi hasil tersebut kemudian berubah menjadi no contest setelah Garcia gagal dalam tes doping pascapertandingan dan kemudian menjalani skorsing.

Kini Haney memegang sabuk WBO kelas welter, sedangkan Garcia mempertahankan sabuk WBC.

Garcia pun membuka kemungkinan pertarungan ulang dengan Haney untuk memperebutkan status juara tak terbantahkan.

“Hopefully we get to beat Devin Haney’s ass again for undisputed.”

Garcia juga melontarkan pernyataan keras terhadap kubu Haney dalam wawancara tersebut.

Tiga Nama Besar di Kelas Welter

Jika rencana tersebut terealisasi, kelas welterweight bisa menghadirkan persaingan yang sangat menarik.

Saat ini, Garcia membawa WBC, Lopez memiliki WBA, sementara Haney memegang WBO.

Artinya, pertarungan antara Garcia dan Lopez dapat menjadi langkah menuju penyatuan gelar. Pemenangnya kemudian berpotensi mengejar gelar lainnya dan membuka jalan menuju perebutan status undisputed champion.

Bagi Garcia, kemenangan atas Benn menjadi modal penting.

Ia tidak hanya mempertahankan sabuknya, tetapi juga mengirim pesan kepada para rivalnya bahwa dirinya siap menghadapi nama-nama terbesar di kelas welter.

Garcia Menutup Malam dengan Pesan Besar

Pertarungan melawan Benn sebenarnya diperkirakan menjadi ujian penting bagi Garcia setelah kembali naik ring.

Namun, Garcia justru menyelesaikannya dalam waktu kurang dari lima menit.

Benn sempat bangkit setelah dijatuhkan pada ronde kedua, tetapi Garcia terus menyerang sampai wasit menghentikan pertandingan demi mencegah kerusakan lebih lanjut.

Kini pertanyaan terbesar bukan lagi apakah Garcia mampu mengalahkan Benn.

Pertanyaannya adalah:

Apakah Ryan Garcia akan menghadapi Teofimo Lopez dalam duel unifikasi gelar WBC dan WBA?

Setelah apa yang terjadi di Las Vegas, Garcia sudah menyampaikan jawabannya dengan sangat jelas.

Dia menginginkan Teofimo Lopez.


HASIL AKHIR

Ryan Garcia menang TKO atas Conor Benn
Ronde: 2
Waktu: 1:25
Gelar: WBC Welterweight
Lokasi: T-Mobile Arena, Las Vegas
Target berikutnya yang dipanggil: Teofimo Lopez
Target lainnya: Devin Haney

Penulis: Adhy
WARTANET.NKRI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *