JEJAK SUCI GABRIEL MANEK: SMGM KUPANG MANTAPKAN LANGKAH IMAN

KUPANG, WARTANET NKRI.COM – Suasana hangat memenuhi Aula Paroki Santo Fransiskus dari Asisi, BTN Kolhua, pada Selasa 02 Desember 2025 ketika ratusan anggota Sahabat Monsinyur Gabriel Manek (SMGM) Keuskupan Agung Kupang berkumpul untuk menyambut kedatangan Ketua Umum SMGM Pusat, Fransiskus Loeky Tjoa. Lagu Mars SMGM mengawali pertemuan, mengingatkan seluruh peserta pada semangat pelayanan, kerendahan hati, dan cinta Gereja yang diwariskan Hamba Allah Mgr. Gabriel Yohanes Wilhelmus Manek, SVD.
Dalam sambutan pembukaan, Koordinator SMGM KAK, Adrianus Ceme, menyampaikan apresiasi mendalam atas peran doa dan pelayanan para anggota SMGM di berbagai paroki. Menurutnya, popularitas devosi kepada Mgr. Gabriel Manek semakin berkembang, tidak hanya di NTT tetapi juga di berbagai wilayah Indonesia. Ia berharap kunjungan Ketum SMGM menjadi momentum peneguhan rohani dan arah baru pelayanan komunitas.
Koordinator SMGM Keuskupan Agung Kupang, Adrianus Ceme, saat memberikan Sambutan. Foto : WNN
” Cabang-cabang SMGM yang sudah  terbentuk dalam wilayah Keuskupan Agung Kupang Sebanyak 11 Cabang, dengan jumlah anggota Aktif sebanyak 187 Orang”, jelas Adrianus ceme.
Selanjutnya, Ketua Umum SMGM Pusat, Frans Loeky Tjoa, memberikan penguatan rohani bagi seluruh anggota yang hadir. Dengan nada penuh kehangatan, ia menekankan kembali identitas dasar SMGM sebagai komunitas doa dan pelayanan kasih.
 Fransiskus Loeky Tjoa, mengatakan, Komunitas SMGM yang sudah terbentuk di Indonesia sebanyak 141 Komunitas dengan jumlah anggota aktif sebanyak 7000 orang.
“Tugas kita sederhana namun sangat bermakna: berdoa, berdoa, dan terus berdoa sambil mengulurkan tangan bagi mereka yang sedang mengalami kesulitan. Seperti yang telah diteladankan Hamba Allah Gabriel Manek, kita melayani dengan sukacita dan tanpa syarat,” ungkapnya.
Ketua Umum Nasional SMGM, Fransiskus Loeky Tjoa, saat memberikan sambutan. Foto : WNN
Selain memberikan pembaruan spiritual, Frans Loeky Tjoa juga menguraikan perkembangan penting proses Beatifikasi Mgr. Gabriel Manek. Pada 30 November 2025, Keuskupan Larantuka resmi menutup tahap penyelidikan diosesan. Seluruh dokumen, termasuk kesaksian hidup, tulisan rohani, dan laporan historis mengenai kebajikan heroik Mgr.Gabriel Manek, telah disegel dan dikirimkan ke Vatikan. Di sana, proses akan berlanjut menuju tahap penilaian teologis dan mujizat yang diperlukan untuk pengangkatan sebagai Beato.
Dalam sesi pemaparan lanjutan, Penasehat Nasional SMGM, Dr. Antonius Bele, menjelaskan secara rinci tahapan kanonisasi mulai dari gelar Hamba Allah, Venerabilis, Beato, hingga Santo. Ia menegaskan bahwa pemahaman umat mengenai proses ini akan memperkaya devosi sekaligus memperkuat komitmen doa.
“Semua umat dipanggil untuk ikut serta dalam proses ini melalui doa dan kesaksian hidup yang meneladani Hamba Allah Gabriel Manek,” ujarnya.
Penasehat Nasional SMGM , Dr. Antonius Bele, saat memaparkan proses-proses untuk memperoleh gelar Santo.
Para tokoh umat, pemerhati sejarah Gereja, serta para pemimpin Komunitas Kategorial Gereja lainnya yang turut hadir pada kesempatan itu,  ikut  memberikan pandangan dan saran. Mereka menekankan perlunya peningkatan publikasi dan pembinaan rohani bagi anggota SMGM, agar spiritualitas Mgr. gABRIEL Manek—yang dikenal sebagai gembala sederhana, rendah hati, dan penuh belas kasih—terus ditanamkan dalam kehidupan sehari-hari umat.
Menutup pertemuan, Frans Loeky Tjoa menyatakan bahwa seluruh masukan dari tokoh-tokoh umat akan menjadi fondasi bagi penguatan SMGM di tingkat nasional.
“Kita melangkah bersama. Apa yang telah ditanamkan Mgr. Gabriel Manek harus kita hidupkan kembali dalam keluarga kita, paroki kita, dan seluruh karya pelayanan kita,” katanya.
MODERATOR SMGM KAK : SERAHKAN SEMUA HARAPAN KEPADA TUHAN
Moderatort SMGM Keuskupan Agung Kupang, Romo Longginus Bone, saat memberikan penguatan iman.
Acara diakhiri dengan doa Bersama dan berkat pengudusan dari Moderator SMGM Keuskupan Agung Kupang, Romo Longginus Bone, untuk memohon rahmat Tuhan,  agar proses beatifikasi berjalan lancar serta semogha anggota SMGM dan seluruh umat Katolik di Keuskupan agung Kupang, tetap diberi kekuatan untuk meneladani kehidupan Mgr. Gabriel Manek sebagai pelayan Tuhan yang setia.
“Marilah kita semua diutus untuk melakukan hal yang mulia lewat Doa dan Teladan yang diwariskan Tuhan Yesus lewat Hamba Allah Mgr. Gabriel Yohanes Wilhelmus Manek, serahkanlah semua harapan kita kepada Tuhan sehingga  proses Beatifikasi berjalan lancar sesuai harapan kita semua ”, ucap Romo Longginus Bone, mengakhiri semua rangkaian acara tersebut.
Anggota SMGM Asisi, memberikan salam SMGM. Foto : WNN.
BIODATA Singkat Hamba Allah Mgr. Gabriel Yohanes Wilhelmus Manek, SVD
Dihimpun dari berbagai sumber :
Nama Lengkap:
Mgr. Gabriel Yohanes Wilhelmus Manek, SVD
Tempat, Tanggal Lahir:
Lahurus, Belu – Timor (NTT), 18 Agustus 1913
Orang Tua:
• Ayah: Lay Piang Siu (Yohannes Leki), keturunan Tionghoa
• Ibu: Liu Keu Moy
• Orang tua angkat: Maria Belak, istri Raja Tasifeto Don Kaitanus da Costa
Pendidikan & Formasi:
• Sekolah dasar di Halilulik dan Ndona
• Seminari Menengah Sikka – Maumere (1927)
• Novisiat SVD, 16 Oktober 1933
• Filsafat & Teologi, Seminari Tinggi Ledalero (1934–1940)
Tahbisan Imam:
28 Januari 1941
Tugas Awal Imamat:
• Pastor di Nita dan Lahurus
• Selama pendudukan Jepang (1942–1946), menjadi salah satu imam yang tetap melayani umat secara luas
Jabatan Gerejawi:
• Vikaris Apostolik Larantuka – diangkat 8 Maret 1951
• Ditahbiskan Uskup Larantuka – 25 April 1951
• Uskup Agung Ende – diangkat 1961
• Mengundurkan diri karena kesehatan – 19 Desember 1968
Karya Penting:
• Pendiri Tarekat Putri Reinha Rosari (PRR), 15 Agustus 1958
• Tokoh misionaris dan pembina iman umat di Flores, Lembata, Timor, dan Nusa Tenggara pada umumnya
• Pelayan pastoral bagi komunitas Afrika-Amerika dan Penduduk Asli Amerika selama tinggal di Amerika Serikat
Tanggal Wafat:
30 November 1989, di Denver, Colorado, Amerika Serikat
Pemakaman:
• Awalnya dimakamkan di Techny, Illinois
• Jenazah dipindahkan dan dimakamkan kembali di Biara Pusat PRR Lebao, Larantuka, pada 25 April 2007
Fakta Menonjol:
• Jenazah bersama petinya ditemukan masih utuh saat pembongkaran makam setelah 17 tahun
• Menjadi dasar kuat berkembangnya devosi umat terhadap dirinya
Status Proses Kanonisasi:
Gelar Hamba Allah – proses resmi dimulai sejak 19 Oktober 2023
• Tahap Beatifikasi tingkat diosesan telah diselesaikan dan Dokumen telah disegel pada 30 November 2025
• Dokumen tersebut akan diserahkan ke Vatikan untuk proses tahap selanjutnya. (WNN/PieterK)
CATATAN REDAKSI:Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan, Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *