5.000 Warga Terdampak Gempa Nagekeo Terima Bantuan ESDM, Ada Sembako hingga Layanan Kesehatan

NAGEKEO, WARTANET.NKRI — Harapan mulai kembali tumbuh di tengah masyarakat Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang masih berupaya bangkit setelah diguncang gempa bumi.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) hadir memberikan dukungan kemanusiaan melalui kegiatan bakti sosial yang menyasar sekitar 5.000 warga terdampak gempa di sejumlah wilayah Kabupaten Nagekeo.

Kegiatan tersebut berlangsung selama tiga hari, mulai 30 September hingga 2 Oktober 2026, sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Pertambangan dan Energi ke-81.

Bantuan yang diberikan tidak hanya berupa kebutuhan pangan. Kementerian ESDM juga menghadirkan layanan kesehatan, dukungan kebutuhan listrik dan air bersih, perlengkapan bagi pengungsi, hingga pendampingan psikososial bagi anak-anak yang terdampak bencana.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar sekaligus mendukung proses pemulihan setelah bencana.

5.000 Paket Sembako Disalurkan

Salah satu bantuan utama yang diberikan adalah 5.000 paket sembako untuk masyarakat terdampak.

Paket kebutuhan pokok tersebut diharapkan dapat membantu meringankan beban warga yang aktivitas dan kondisi ekonominya ikut terdampak akibat gempa.

Selain sembako, Kementerian ESDM juga menyalurkan 5.000 paket layanan kesehatan. Pelayanan kesehatan diberikan secara langsung kepada masyarakat di lokasi kegiatan.

Tim medis dari sejumlah unit di lingkungan Kementerian ESDM bersama tenaga kesehatan Kabupaten Nagekeo terlibat dalam pelayanan tersebut.

Masyarakat dapat memperoleh pemeriksaan kesehatan sekaligus layanan medis tanpa harus meninggalkan wilayah tempat mereka berada.

Sediakan Genset dan Toren Air

Pemenuhan kebutuhan dasar warga juga menjadi perhatian dalam kegiatan kemanusiaan tersebut.

Kementerian ESDM menyediakan 25 unit genset untuk membantu kebutuhan listrik di lokasi terdampak. Selain itu, sebanyak 21 unit toren air disiapkan guna mendukung ketersediaan air bersih bagi masyarakat.

Bantuan perlengkapan lainnya berupa 300 paket selimut dan kelambu yang diberikan kepada warga yang membutuhkan.

Bantuan tersebut disalurkan di beberapa lokasi, antara lain Desa Lebolewa dan Posko Utama Pengungsian Mbay di Kecamatan Aesesa, serta Desa Ladolima di Kecamatan Keo Tengah.

Pemilihan lokasi penyaluran dilakukan untuk menjangkau masyarakat yang berada di wilayah terdampak dan membutuhkan dukungan selama masa pemulihan.

600 Anak Dapat Pendampingan Trauma Healing

Dampak bencana tidak hanya dirasakan secara fisik. Anak-anak yang mengalami langsung situasi gempa juga membutuhkan perhatian terhadap kondisi psikologis mereka.

Karena itu, Kementerian ESDM turut menggelar kegiatan trauma healing yang diikuti sekitar 600 anak.

Kegiatan tersebut dirancang sebagai bentuk pendampingan psikososial agar anak-anak dapat kembali menjalani aktivitas dengan lebih tenang setelah menghadapi pengalaman bencana.

Selain trauma healing, Kementerian ESDM juga menyiapkan terpal untuk mendukung kebutuhan sekolah darurat di wilayah terdampak.

“Semoga Masyarakat NTT Segera Pulih”

Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian ESDM, Sri Suparni Bahlil, menyampaikan harapannya agar bantuan yang diberikan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Nagekeo.

“Semoga apa yang kita berikan ini senantiasa memberikan manfaat dan keberkahan. Kita juga mendoakan masyarakat NTT agar segera pulih.”

Pernyataan tersebut disampaikan dalam rangkaian kegiatan penyaluran bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak gempa di Nagekeo.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kepedulian pemerintah terhadap masyarakat yang masih berada dalam proses pemulihan akibat bencana.

ESDM Siaga Bencana Turut Bergerak

Penyaluran bantuan di Nagekeo merupakan bagian dari program ESDM Siaga Bencana, yang melibatkan berbagai unsur di lingkungan Kementerian ESDM dalam memberikan respons terhadap kondisi kebencanaan.

Ketua Tim ESDM Siaga Bencana, Rudy Sufahriadi, turut memimpin pelaksanaan penyaluran bantuan di Kabupaten Nagekeo.

Program tersebut tidak hanya berfokus pada bantuan logistik, tetapi juga mencakup pelayanan kesehatan serta dukungan terhadap kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak bencana.

Kehadiran tim di lapangan sekaligus menjadi upaya memastikan bantuan dapat diterima langsung oleh masyarakat yang membutuhkan.

Pemulihan Tidak Berhenti pada Bantuan Logistik

Bagi masyarakat yang terdampak bencana, pemulihan bukan hanya persoalan tersedianya makanan atau tempat tinggal sementara.

Ketersediaan air bersih, listrik, pelayanan kesehatan serta pendampingan psikologis menjadi bagian penting dalam membantu masyarakat kembali menjalankan kehidupan sehari-hari.

Karena itu, bantuan yang diberikan Kementerian ESDM mencakup berbagai kebutuhan tersebut. Pendekatan ini diharapkan dapat membantu masyarakat melewati masa tanggap darurat sekaligus menjadi bagian dari proses pemulihan jangka menengah.

Bagi anak-anak, kegiatan trauma healing menjadi ruang untuk kembali bermain, berinteraksi dan mendapatkan pendampingan setelah menghadapi situasi yang tidak biasa akibat bencana.

Masyarakat Nagekeo Masih Membutuhkan Dukungan

Gempa bumi meninggalkan dampak yang tidak selalu terlihat secara langsung. Selain kerusakan fisik, masyarakat juga harus beradaptasi dengan perubahan aktivitas, keterbatasan fasilitas dan kondisi lingkungan pascabencana.

Karena itu, dukungan dari pemerintah, lembaga, organisasi kemanusiaan maupun masyarakat menjadi penting selama proses pemulihan berlangsung.

Kegiatan Kementerian ESDM di Nagekeo menunjukkan bahwa penanganan bencana membutuhkan dukungan yang menyentuh berbagai aspek kehidupan masyarakat, mulai dari kebutuhan pangan hingga kesehatan dan dukungan psikososial.

Dengan bantuan yang telah disalurkan, masyarakat diharapkan dapat menjalani masa pemulihan dengan lebih baik.

Pemerintah dan pihak terkait juga diharapkan terus memastikan kebutuhan masyarakat terdampak menjadi perhatian hingga kondisi kehidupan warga kembali stabil.

Bagi masyarakat Nagekeo, bantuan tersebut bukan sekadar paket sembako, layanan kesehatan, genset atau toren air. Lebih dari itu, kehadiran bantuan menjadi pesan bahwa di tengah situasi sulit akibat bencana, masyarakat tidak berjalan sendirian.

Adhy Vhegaz
WARTANET.NKRI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *