TAK MAMPU BELI BUKU DAN PENA, KISAH PILU SISWA SD DI NTT JADI PERHATIAN MENSOS
WARTANET.NKRI — Menteri Sosial (Mensos) Syaifullah Yusuf menyampaikan keprihatinan mendalam atas meninggalnya seorang siswa sekolah dasar di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang diduga bunuh diri karena tidak mampu membeli perlengkapan sekolah seperti buku dan pena.
Peristiwa tragis tersebut menjadi sorotan nasional dan dinilai sebagai alarm bagi pemerintah pusat maupun daerah untuk lebih memperkuat pendampingan terhadap masyarakat miskin serta melakukan pemutakhiran data kemiskinan ekstrem.
Mensos yang akrab disapa Gus Ipul turut menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban serta menegaskan bahwa kejadian ini harus menjadi perhatian bersama.
“Tentu kita prihatin dulu ya, turut berduka. Yang kedua, ya tentu ini menjadi perhatian, menjadi atensi kita bersama, ya tentu bersama pemerintah daerah,” ujar Gus Ipul.
Ia menjelaskan bahwa Kementerian Sosial akan memastikan validasi data keluarga penerima manfaat bantuan sosial agar bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran dan tidak ada warga yang luput dari pendataan.
“Kita harus memperkuat pendampingan, kita harus memperkuat data kita. Kita harapkan tidak ada yang tidak terdata,” lanjutnya.
Menurut Mensos, kasus ini menunjukkan bahwa persoalan akses pendidikan dan kemiskinan masih menjadi tantangan serius, khususnya di wilayah dengan kondisi ekonomi rentan seperti NTT.
Pemerintah pun diharapkan segera memperkuat sistem perlindungan sosial, terutama bagi keluarga miskin ekstrem, agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
Sumber: Kompas.TV

