MABIM HMTI Universitas San Pedro Bekali Mahasiswa Baru dengan Wawasan Prodi, AI, Organisasi dan Kebersamaan

KUPANG, WARTANET.NKRI — Himpunan Mahasiswa Teknik Informatika (HMTI) Universitas San Pedro menggelar kegiatan Masa Bimbingan Mahasiswa (MABIM) bagi mahasiswa baru Program Studi Teknik Informatika. Kegiatan tersebut menjadi momentum awal untuk memperkenalkan lingkungan akademik sekaligus membangun pemahaman mahasiswa baru mengenai kehidupan perkuliahan, perkembangan teknologi, organisasi, kerja sama, serta pentingnya menjaga kebersamaan di lingkungan program studi.

MABIM tidak hanya menjadi ruang penyambutan mahasiswa baru. Kegiatan tersebut juga menjadi tempat bertemunya dosen, mahasiswa senior dan mahasiswa baru untuk berbagi pengetahuan serta pengalaman mengenai perjalanan menjadi mahasiswa Teknik Informatika.

Sejumlah dosen turut hadir dalam kegiatan tersebut, termasuk Aglom M. Y. Neolaka, S.Kom., M.M., yang menyampaikan berbagai hal berkaitan dengan Program Studi Teknik Informatika dan kehidupan akademik mahasiswa.

Selain itu, hadir pula Pak Kenny, dosen yang memiliki perhatian dan keahlian pada bidang Artificial Intelligence (AI). Ia memberikan pemahaman kepada mahasiswa baru mengenai pentingnya mengikuti perkembangan AI di tengah perubahan teknologi yang berlangsung semakin cepat.

Dari kalangan mahasiswa senior sekaligus pengurus HMTI, turut hadir Fredensius Tae dan Adhy Vhegas. Keduanya berbagi pengalaman mengenai kehidupan organisasi, kerja sama, persatuan, serta berbagai pengalaman yang mereka dapatkan selama menjalani proses perkuliahan.

Aglom Bekali Mahasiswa Baru dengan Pemahaman tentang Prodi

Sebagai bagian dari pembekalan, Aglom M. Y. Neolaka, S.Kom., M.M., menyampaikan sejumlah hal yang berkaitan dengan Program Studi Teknik Informatika dan kehidupan mahasiswa selama berada di perguruan tinggi.

Pembekalan tersebut menjadi penting karena mahasiswa baru sedang memasuki lingkungan pendidikan yang menuntut kemandirian lebih besar dibandingkan jenjang pendidikan sebelumnya.

Mahasiswa dituntut mampu mengatur waktu, bertanggung jawab terhadap tugas, membangun komunikasi yang baik dengan dosen dan teman, serta memahami lingkungan akademik yang menjadi bagian dari perjalanan mereka selama menempuh pendidikan.

Aglom juga memberikan gambaran bahwa kehidupan mahasiswa tidak semata-mata berkaitan dengan nilai akademik.

Mahasiswa perlu memanfaatkan masa perkuliahan untuk membangun kompetensi, karakter, pengalaman dan relasi yang nantinya dapat menjadi modal ketika memasuki dunia kerja.

“Mahasiswa harus memahami bahwa proses perkuliahan bukan hanya tentang mengejar nilai, tetapi juga bagaimana membangun kemampuan, karakter dan pengalaman yang nantinya menjadi bekal ketika memasuki dunia profesional,” ujar Aglom.

Menurutnya, mahasiswa Teknik Informatika juga perlu memiliki kemauan untuk terus belajar karena perkembangan teknologi tidak pernah berhenti.

Apa yang dipelajari mahasiswa di dalam kelas menjadi dasar, tetapi kemampuan untuk terus mengembangkan diri menjadi hal yang sangat penting.

Pak Kenny Soroti Pentingnya Memahami Artificial Intelligence

Perkembangan Artificial Intelligence (AI) menjadi salah satu pembahasan menarik dalam kegiatan MABIM.

Pak Kenny, yang memiliki perhatian pada bidang AI, menjelaskan kepada mahasiswa baru mengenai perkembangan kecerdasan buatan yang saat ini semakin dekat dengan berbagai aktivitas manusia.

AI tidak lagi hanya menjadi pembahasan dalam dunia penelitian atau teknologi. Perkembangannya telah masuk ke berbagai bidang, mulai dari pendidikan, bisnis, industri kreatif, pengembangan perangkat lunak hingga pengolahan data.

Kondisi tersebut membuat mahasiswa Teknik Informatika perlu memahami AI sejak dini.

“Mahasiswa Teknik Informatika harus mulai mengenal dan memahami Artificial Intelligence karena perkembangan teknologi ke depan akan semakin dekat dengan AI. Jangan hanya menjadi pengguna, tetapi harus memahami bagaimana teknologi itu bekerja dan bagaimana memanfaatkannya dengan baik,” jelas Pak Kenny.

Ia juga menekankan bahwa perkembangan AI harus diikuti dengan kemampuan berpikir kritis.

Mahasiswa tidak boleh menjadikan AI sebagai jalan pintas untuk menggantikan proses belajar. Sebaliknya, teknologi tersebut perlu dimanfaatkan sebagai alat bantu untuk mengembangkan pengetahuan dan kemampuan.

Penggunaan AI secara bijak juga membutuhkan kemampuan untuk memeriksa informasi, memahami konsep serta mempertanggungjawabkan hasil pekerjaan.

Pesan tersebut menjadi penting bagi mahasiswa baru karena mereka akan menjalani pendidikan di tengah perkembangan teknologi yang semakin cepat.

Fredensius Tae: Organisasi Bukan Sekadar Tempat Berkumpul

Dari sisi mahasiswa senior, Fredensius Tae, yang juga merupakan pengurus HMTI, memberikan pandangan mengenai pentingnya mahasiswa mengambil bagian dalam organisasi.

Menurut Fredensius, kehidupan mahasiswa tidak seharusnya hanya berpusat pada ruang kelas.

Organisasi dapat menjadi ruang pembelajaran lain yang memberikan pengalaman berbeda kepada mahasiswa.

Melalui organisasi, mahasiswa dapat belajar mengenai kepemimpinan, komunikasi, tanggung jawab, pembagian tugas, pengambilan keputusan serta bagaimana menghadapi perbedaan pendapat.

“Organisasi bukan hanya tempat untuk berkumpul atau menjalankan kegiatan. Di dalam organisasi kita belajar banyak hal yang tidak selalu kita dapatkan di ruang kelas, terutama tentang tanggung jawab, komunikasi, kepemimpinan dan bagaimana bekerja dengan orang lain,” ungkap Fredensius.

Menurutnya, pengalaman organisasi dapat menjadi bagian penting dalam proses pembentukan karakter mahasiswa.

Mahasiswa akan bertemu dengan berbagai karakter dan cara berpikir. Dari situlah mereka belajar bagaimana menyampaikan pendapat, mendengarkan orang lain, menyelesaikan masalah dan mengambil keputusan secara bersama-sama.

Bagi mahasiswa Teknik Informatika, pengalaman tersebut menjadi semakin penting karena dunia kerja membutuhkan kemampuan teknis sekaligus kemampuan bekerja dalam tim.

Adhy Vhegas Tekankan Persatuan dan Kerja Sama

Sementara itu, Adhy Vhegas, mahasiswa senior sekaligus pengurus HMTI, berbagi pengalaman mengenai pentingnya membangun kerja sama dan persatuan di lingkungan Program Studi Teknik Informatika.

Menurut Adhy, mahasiswa dalam satu program studi tidak seharusnya berjalan sendiri-sendiri.

Setiap mahasiswa memiliki kemampuan, karakter dan pengalaman yang berbeda. Perbedaan tersebut justru dapat menjadi kekuatan apabila mahasiswa mampu saling membantu dan melengkapi.

“Kita boleh berbeda kemampuan, berbeda karakter dan berbeda cara berpikir. Tetapi sebagai mahasiswa Teknik Informatika, kita harus tetap membangun rasa kebersamaan. Karena kita tidak bisa berkembang sendiri tanpa dukungan dan kerja sama dengan orang lain,” kata Adhy.

Ia juga membagikan pengalaman selama menjalani kehidupan perkuliahan dan organisasi.

Menurutnya, perjalanan mahasiswa tidak selalu berjalan mudah. Ada tugas, tekanan akademik, perbedaan pendapat, kegagalan dan berbagai tantangan yang harus dihadapi.

Namun, semua proses tersebut dapat menjadi pengalaman berharga apabila mahasiswa mampu mengambil pelajaran darinya.

“Pengalaman selama kuliah mengajarkan bahwa tidak semua hal bisa kita selesaikan sendiri. Ada saatnya kita membutuhkan teman, membutuhkan kerja sama dan membutuhkan orang lain untuk saling menguatkan,” lanjutnya.

Adhy menilai kebersamaan di lingkungan program studi perlu dibangun sejak mahasiswa baru mulai mengenal dunia perkuliahan.

Dengan adanya kebersamaan, mahasiswa dapat menciptakan lingkungan yang saling mendukung, baik dalam kegiatan akademik maupun organisasi.

Teknologi Butuh Kolaborasi, Bukan Kemampuan Individu Semata

Pesan mengenai kerja sama yang disampaikan dalam MABIM juga memiliki kaitan erat dengan dunia Teknik Informatika.

Perkembangan teknologi saat ini membuat pekerjaan di bidang teknologi informasi semakin membutuhkan kolaborasi berbagai bidang keahlian.

Sebuah sistem informasi, misalnya, dapat melibatkan programmer, analis sistem, desainer antarmuka, pengelola basis data, administrator jaringan hingga pihak yang memahami kebutuhan pengguna.

Artinya, kemampuan individu memang penting, tetapi kemampuan bekerja dalam tim juga menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan.

Mahasiswa yang memiliki kemampuan teknis sekaligus mampu berkomunikasi dan berkolaborasi akan memiliki bekal yang lebih lengkap untuk menghadapi dunia profesional.

Karena itu, kebiasaan bekerja sama perlu dibangun sejak berada di bangku kuliah.

MABIM Jadi Ruang Awal Membangun Rasa Memiliki

Kegiatan MABIM HMTI Universitas San Pedro pada akhirnya tidak hanya menjadi kegiatan pengenalan mahasiswa baru.

Lebih dari itu, MABIM menjadi ruang awal untuk membangun rasa memiliki terhadap Program Studi Teknik Informatika dan HMTI.

Mahasiswa baru diperkenalkan kepada lingkungan yang nantinya akan menjadi bagian penting dari perjalanan mereka selama menempuh pendidikan.

Di lingkungan tersebut terdapat dosen yang membimbing, senior yang berbagi pengalaman, organisasi yang menjadi ruang belajar dan teman-teman seperjuangan yang akan tumbuh bersama.

MABIM juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa baru untuk memahami bahwa kehidupan perguruan tinggi memiliki tantangan sekaligus peluang yang besar.

Perkembangan AI membuka peluang baru di bidang teknologi. Organisasi memberikan ruang untuk mengembangkan kemampuan kepemimpinan dan komunikasi. Sementara kebersamaan menjadi kekuatan untuk menghadapi berbagai tantangan selama menjalani proses perkuliahan.

Menjadi Mahasiswa Informatika Bukan Hanya tentang Coding

Pada akhirnya, menjadi mahasiswa Teknik Informatika bukan hanya tentang kemampuan menulis kode program, memahami komputer, jaringan, basis data atau kecerdasan buatan.

Ada proses membangun karakter.

Ada proses belajar menerima perbedaan.

Ada proses belajar berkomunikasi.

Ada proses belajar memimpin dan dipimpin.

Ada proses membangun persahabatan.

Dan ada proses memahami bahwa keberhasilan sering kali tidak lahir dari kemampuan seseorang untuk berjalan sendiri, tetapi dari kemampuannya untuk bekerja bersama orang lain.

Melalui MABIM, HMTI Universitas San Pedro membuka ruang bagi mahasiswa baru untuk mulai memahami perjalanan tersebut.

Mahasiswa baru tidak hanya diajak mengenal apa yang akan mereka pelajari, tetapi juga diajak memahami bagaimana mereka akan tumbuh sebagai mahasiswa Teknik Informatika.

Di tengah perkembangan teknologi dan AI yang semakin pesat, mahasiswa dituntut untuk terus belajar, beradaptasi dan berani mengambil peluang.

Namun, di balik semua itu tetap ada satu hal yang tidak boleh hilang: kebersamaan.

Sebab, mahasiswa yang hebat bukan hanya mereka yang mampu menguasai teknologi, tetapi juga mereka yang mampu menggunakan pengetahuan, membangun kerja sama dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.

MABIM pun menjadi langkah awal. Bukan sekadar untuk mengenalkan kampus, tetapi untuk memperkenalkan sebuah perjalanan—perjalanan menjadi mahasiswa Teknik Informatika yang berilmu, berkarakter, mampu berorganisasi dan tumbuh bersama.
Adhy Vhegaz
WARTANET.NKRI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *