Ryan Garcia vs Conor Benn: Duel Panas Perebutan Gelar Dunia Kelas Welter di Las Vegas

LAS VEGAS, WARTANET.NKRI — Pertarungan Ryan Garcia dan Conor Benn tidak hanya dipanaskan oleh perebutan gelar dunia kelas welter. Jelang duel yang berlangsung di T-Mobile Arena, Las Vegas, Sabtu, 12 September 2026, kedua petinju juga terlibat perang kata-kata yang membuat pertandingan semakin menarik perhatian publik.

Ryan Garcia datang sebagai pemegang gelar WBC kelas welter. Sementara Conor Benn hadir sebagai penantang yang berambisi merebut gelar dunia untuk pertama kalinya dalam kariernya.

Garcia memasuki pertarungan dengan rekor 25 kemenangan, dua kekalahan dan 20 kemenangan melalui knockout. Ia merebut sabuk WBC setelah mengalahkan Mario Barrios melalui keputusan angka pada Februari 2026.

Benn memiliki catatan 25 kemenangan dan satu kekalahan dengan 14 kemenangan knockout. Kemenangan atas Regis Prograis pada April lalu mengantarkannya menjadi penantang serius bagi Garcia.

Garcia: Saya Akan Mengalahkannya

Garcia tidak menyembunyikan kepercayaan dirinya. Dalam rangkaian promosi pertarungan, petinju Amerika Serikat itu beberapa kali melontarkan pernyataan keras kepada Benn.

Garcia bahkan menyebut Benn tidak berada di levelnya dan yakin pertarungan tersebut akan menjadi kemenangan besar baginya.

“He’s just not good enough,” kata Garcia saat berbicara mengenai Benn.

Dalam kesempatan lain, Garcia kembali menunjukkan keyakinannya dengan mengatakan bahwa dirinya berlatih keras karena tidak ingin Benn menghalangi rencana besarnya di kelas welter.

“I’m whooping the s*** out of Conor Benn,” ujar Garcia.

Pernyataan tersebut memperlihatkan betapa tinggi kepercayaan diri Garcia sebelum memasuki ring.

Benn Tak Mau Terjebak Perang Psikologis

Di sisi lain, Benn memilih pendekatan yang berbeda. Petinju Inggris itu berusaha tetap fokus terhadap persiapan pertarungan dan tidak terlalu larut dalam provokasi Garcia.

Salah satu momen yang menjadi perhatian terjadi ketika Garcia tidak menghadiri sesi face-off yang telah dijadwalkan. Garcia kemudian menjelaskan bahwa keputusan tersebut bukan bagian dari strategi untuk mengganggu Benn.

“I wasn’t there because I didn’t want to be,” kata Garcia.

Benn sendiri sebelumnya menilai sikap Garcia tersebut sebagai sesuatu yang tidak profesional. Namun, keduanya tetap melanjutkan persiapan menuju pertarungan utama.

Perebutan Gelar Dunia

Bagi Garcia, duel ini merupakan kesempatan mempertahankan sabuk WBC yang baru direbutnya.

Sementara bagi Benn, pertarungan tersebut memiliki arti lebih besar. Ia mendapatkan kesempatan pertama untuk menjadi juara dunia setelah melewati sejumlah pertandingan penting dalam beberapa tahun terakhir.

Pertandingan juga menjadi ujian bagi Benn setelah kembali turun ke kelas welter. Persoalan pemotongan berat badan menjadi salah satu pembahasan utama sebelum pertandingan.

Namun Benn tetap menunjukkan keyakinan bahwa dirinya siap menghadapi Garcia.

Bukan Sekadar Adu Pukulan

Rivalitas Garcia dan Benn membuat pertandingan ini lebih dari sekadar perebutan sabuk juara.

Garcia memiliki kecepatan tangan dan pukulan kiri yang menjadi salah satu senjata utamanya. Benn dikenal dengan gaya agresif serta tekanan yang dapat membuat lawannya kesulitan mengembangkan permainan.

Kini semua pernyataan dan perang psikologis harus dibuktikan di dalam ring.

Las Vegas menjadi saksi apakah Garcia mampu mempertahankan gelarnya atau Benn berhasil menciptakan kejutan dan merebut sabuk WBC.

Satu hal yang pasti, setelah berbulan-bulan saling melempar pernyataan, keduanya akhirnya memiliki kesempatan untuk menyelesaikan perselisihan tersebut dengan cara yang paling menentukan: 12 ronde di dalam ring.

Penulis: Adhy
WARTANET.NKRI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *