Tiga ASN Pertanian Tewas Diserang Kelompok Bersenjata di Jayawijaya, Dua Korban Berasal dari NTT

PAPUA PEGUNUNGAN, WARTANET.NKRI– Kabar duka menyelimuti keluarga besar Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya setelah tiga aparatur sipil negara (ASN) tewas dalam insiden penembakan di Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, Rabu (9/9/2026).

Ketiga korban tersebut merupakan bagian dari rombongan pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya yang sedang dalam perjalanan kembali menuju Wamena setelah menjalankan tugas di wilayah Distrik Asologaima.

Dua dari tiga korban diketahui berasal dari Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), yakni Willi Mbuik yang berasal dari Kabupaten Rote dan drh. Alfonsius Albinus Mehan dari Kabupaten Sikka, Flores.

Sementara satu korban lainnya adalah Aprida Rapi yang menjabat sebagai Kepala Bidang Peternakan pada Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya.

Rombongan Pulang dari Kegiatan Pertanian

Informasi yang dihimpun menyebutkan, rombongan tersebut berjumlah 11 orang. Mereka sebelumnya melaksanakan kegiatan pencetakan sawah di Distrik Asologaima.

Dalam perjalanan kembali menuju Wamena, rombongan melintasi wilayah Distrik Muliama. Di lokasi tersebut, mereka diduga dihadang oleh sekelompok orang yang membawa senjata api.

Dalam insiden tersebut, anggota rombongan disebut dipisahkan menjadi dua kelompok. Warga lokal yang berada dalam rombongan diperbolehkan meninggalkan lokasi, sedangkan sejumlah pegawai yang berasal dari luar Papua menjadi sasaran penembakan.

Akibat serangan tersebut, tiga pegawai mengalami luka tembak.

Dua Korban Meninggal di Lokasi

Aprida Rapi dan drh. Alfonsius Albinus Mehan dilaporkan meninggal dunia di lokasi kejadian akibat luka tembak yang diderita.

Sementara Willi Mbuik sempat mendapatkan pertolongan dan kemudian dievakuasi ke RSUP Wamena untuk mendapatkan penanganan medis.

Namun, kondisi luka yang dialaminya cukup parah. Setelah mendapatkan penanganan medis, Willi Mbuik akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

Dengan demikian, total korban meninggal dunia dalam insiden tersebut mencapai tiga orang.

Dua Korban Berasal dari NTT

Sosok Willi Mbuik diketahui merupakan pemuda berusia 24 tahun yang berasal dari Kabupaten Rote, Nusa Tenggara Timur.

Sementara drh. Alfonsius Albinus Mehan berasal dari Kampung Kabor, Maumere, Kabupaten Sikka, NTT.

Keduanya bekerja di Papua dalam rangka menjalankan tugas dan pengabdian di bidang pertanian.

Keberadaan mereka di wilayah tersebut merupakan bagian dari tugas kedinasan untuk mendukung program pertanian serta pelayanan kepada masyarakat.

Namun, perjalanan tugas tersebut berakhir tragis setelah rombongan yang mereka ikuti diserang kelompok bersenjata.

Polisi Lakukan Penyelidikan

Aparat keamanan masih melakukan penyelidikan terhadap insiden penembakan tersebut, termasuk mengidentifikasi kelompok yang bertanggung jawab dan motif di balik serangan.

Informasi awal menyebutkan dugaan keterlibatan kelompok bersenjata yang beroperasi di wilayah tersebut. Namun, pihak berwenang masih melakukan pendalaman untuk memastikan identitas para pelaku.

Aparat juga melakukan langkah-langkah keamanan dan proses evakuasi terhadap korban serta anggota rombongan yang selamat.

Duka bagi Keluarga dan NTT

Kepergian tiga ASN tersebut meninggalkan duka mendalam, terutama bagi keluarga korban dan rekan-rekan mereka yang selama ini bekerja bersama dalam menjalankan pelayanan kepada masyarakat.

Bagi keluarga di NTT, kabar meninggalnya Willi Mbuik dan drh. Alfonsius Albinus Mehan menjadi kehilangan besar.

Keduanya berada jauh dari kampung halaman untuk menjalankan pekerjaan dan mengabdikan diri melalui tugas pelayanan kepada masyarakat di Papua Pegunungan.

Peristiwa tersebut kembali menunjukkan besarnya risiko yang dihadapi para pekerja dan aparatur yang menjalankan tugas di wilayah yang memiliki kondisi keamanan rawan.

Perlindungan bagi Petugas di Daerah Rawan

Insiden tersebut juga menjadi perhatian terhadap aspek keamanan dalam pelaksanaan perjalanan dinas di wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.

Pengamanan, komunikasi darurat, jalur evakuasi serta koordinasi antara instansi pemerintah dan aparat keamanan menjadi hal penting untuk memastikan keselamatan para pegawai yang menjalankan tugas di lapangan.

Di sisi lain, penanganan terhadap kasus ini diharapkan dilakukan secara menyeluruh dan sesuai dengan ketentuan hukum, sehingga pihak yang bertanggung jawab dapat diproses.

Keamanan para pekerja dan masyarakat sipil harus menjadi perhatian bersama agar tugas pelayanan kepada masyarakat tetap dapat berjalan tanpa mengorbankan keselamatan jiwa.

Selamat Jalan Para Abdi Negara

Kepergian Aprida Rapi, drh. Alfonsius Albinus Mehan dan Willi Mbuik menjadi duka bagi keluarga, rekan kerja dan masyarakat yang mengenal pengabdian mereka.

Mereka pergi menjalankan tugas, tetapi tidak kembali ke rumah dalam keadaan hidup.

Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan menghadapi kehilangan tersebut. Pengabdian ketiganya diharapkan tetap dikenang sebagai bagian dari pelayanan kepada masyarakat di Papua Pegunungan.

Penulis: Selfi, Sarlyn, Charlise

WARTANET.NKRI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *